Bentuk Kesetiaan, Sepasang Kecoa Saling Kanibalisme Usai Kawin
JAKARTA - Kecoa jantan dan betina adalah satu dari sedikit pasangan serangga yang diduga benar-benar setia seumur hidup. Rahasia cinta abadi spesies ini terekam dari aksi kanibalisme sepasang kecoa jantan dan betina.Seperti dikutip Science Alert , usai melaksanakan ritual kawin, kecoa akan memakan sayap pasangannya selama berhari-hari. Begitu juga sebaliknya, kecoa yang dimakan tidak akan […]
JAKARTA - Kecoa jantan dan betina adalah satu dari sedikit pasangan serangga yang diduga benar-benar setia seumur hidup. Rahasia cinta abadi spesies ini terekam dari aksi kanibalisme sepasang kecoa jantan dan betina.

Seperti dikutip Science Alert , usai melaksanakan ritual kawin, kecoa akan memakan sayap pasangannya selama berhari-hari. Begitu juga sebaliknya, kecoa yang dimakan tidak akan bergerak sama sekali seperti membiarkan pasangannya melakukan hal tersebut. (Baca: Susu Kecoa Diklaim Paling Bergizi di Dunia, Bahkan dari Susu Sapi)

Untuk mengetahui kenapa mereka saling memakan usai kawin, peneliti mengambil 24 pasang kecoa liar di hutan Jepang. Peneliti memperhatikan kebiasan unik ini selama tiga hari.

Sebagian besar waktu setelah kawin, kecoa yang dimakan dalam rekaman itu tetap tidak bergerak sama sekali. Pada separuh pasangan, pesta berlanjut sampai keempat sayap benar-benar hilang.

Kanibalisme seksual tidak terlalu aneh untuk serangga, tetapi biasanya melibatkan betina yang memakan jantan dengan cara yang fatal. Hal sebaliknya jarang terjadi, dan pemberian makan timbal balik sepenuhnya sangat menarik untuk diteliti. (Baca juga: Begini Penjelasan Ilmiah saat Kita Jatuh Cinta Menurut Sains)

Jika kanibalisme timbal balik semacam ini benar-benar ada di alam, itu menunjukkan monogami sejati - di mana perilaku satu jenis kelamin menguntungkan yang lain dan sebaliknya dengan cara yang sama. Sayangnya tidak monogami sejati yang pernah diamanti ilmuwan di alam liar.

Faktanya, itu mungkin lebih berkaitan dengan perawatan daripada benar-benar kanibalisme. Karena sayap kecoak tidak terbuat dari daging yang sebenarnya, memakan sayap serangga tidak memberikan banyak nilai gizi.

Sebaliknya, jenis kecoak kayu ini memakan sayap pasangannya untuk meningkatkan kelangsungan hidup pasangan mereka. Sehingga mereka dapat membesarkan anak-anak selama bertahun-tahun tanpa harus khawatir salah satunya kabur. (Baca juga: Waspada, Ini Penyebab Cuaca Ekstrim di Indonesia)

Setelah terbang dari tempat kelahiran mereka dan menemukan pasangan, kecoak pemakan kayu memberi makan dan melindungi anak-anak mereka, membesarkannya bersama dan berbagi beban pengasuhan. Di dalam batang kayu, sayap mereka mungkin tidak terlalu berguna.

(ysw)


Source by [author_name] news.google.com https://pict.sindonews.net/dyn/620/pena/news/2021/02/18/768/339586/bentuk-kesetiaan-sepasang-kecoa-saling-kanibalisme-usai-kawin-apn.jpg 2021-02-18 20:11:20

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *