Transformasi Digital Saat Pandemi Jadi Kunci UMKM Bertahan
JawaPos.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, belajar dari masa pandemi Covid-19 transformasi digital menjadi kunci agar bisnis dapat bertahan. Sebab, keunggulan digital dapat membantu pekerjaan menjadi lebih cepat, efisien, dan tetap produktif di tengah keterbatasan interaksi.“Transformasi digital menjadi kunci untuk bertahan di masa pandemi. Membantu kita bekerja lebih cepat dan efisien, tetap produktif […]

JawaPos.com – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, belajar dari masa pandemi Covid-19 transformasi digital menjadi kunci agar bisnis dapat bertahan. Sebab, keunggulan digital dapat membantu pekerjaan menjadi lebih cepat, efisien, dan tetap produktif di tengah keterbatasan interaksi.

“Transformasi digital menjadi kunci untuk bertahan di masa pandemi. Membantu kita bekerja lebih cepat dan efisien, tetap produktif di tengah keterbatasan interaksi,” ujarnya secara virtual, Kamis (25/2).

Jokowi menyebut, masa pandemi menjadi momentum yang tepat untuk membuat dan mengembangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dalam melakukan transformasi digital. Dengan bertransformasi UMKM dapat naik kelas sehingga mampu bersaing secara global.

“Transformasi digital adalah pintu masuk agar UMKM bisa masuk dalam market place digital dan bisa menjadi bagian dari supply chain nasional maupun global,” ungkapnya.

Jokowi mengungkapkan, terjadi peningkatan transaksi penjualan online sebesar 10-15 persen selama masa pandemi Covid-19. Namun baru 8 juta dari 60 juta UMKM yang terhubung dengan digital.

“Kita harus terus mendorong setidaknya jumlah itu selalu bertambah lagi menjadi 10 juta, 15 juta, naik lagi 20 juta dan seterusnya,” imbuhnya.

Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dan menjanjikan dalam menjaring pasar mulai dari populasi terbesar keempat di dunia, hingga penetrasi internet yang terus tumbuh sejalan dengan pembangunan infrastruktur digital yang akan hadir di seluruh pelosok Indonesia.

“Yang besar ini bisa ditangkap oleh perusahaan digital baik yang ada di dalam negeri maupun global sehingga akan membuka lapangan kerja baru, terutama untuk usia produktif yang Indonesia miliki,” ucapnya.

Sebab, Ia menyebut setiap tahun ada 2,9 juta anak muda yang masuk ke pasar kerja. Sehingga harus dipersiapkan dengan baik agar dapat menjadi talenta digital. Sebab, percepatan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, namun dibutuhkan partisipasi aktif dari seluruh komunitas digital Indonesia baik melalui investasi pembangunan pusat data.

“Mempercepat program literasi digital dan yang tidak kalah penting pengembangan talent digital secara masif,” pungkasnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Romys Binekasri

|0|https://www.jawapos.com/ekonomi/25/02/2021/jokowi-transformasi-digital-saat-pandemi-jadi-kunci-umkm-bertahan/|1|https://cdn-asset.jawapos.com/wp-content/uploads/2020/11/jokowi-pembenihan-640x444.jpg|2|www.jawapos.com|E|

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *