Kasus Penghinaan, Terdakwa Marianty Akui Cemarkan Nama Baik Korban – Waspada Online
MEDAN, Waspada.co.id – Marianty (41) terdakwa kasus pencemaran nama baik melalui media sosial (medsos) mengaku menyesal dan meminta maaf kepada korban atas perbuatannya. “Saya menyesali perbuatan saya majelis, saya meminta maaf kepada korban atas postingan saya. Dimana saya telah mencemarkan nama baik dan menjatuhkan harkat martabat korban melalui postingan saya,” ujar terdakwa Marianty di Ruang […]

MEDAN, Waspada.co.id – Marianty (41) terdakwa kasus pencemaran nama baik melalui media sosial (medsos) mengaku menyesal dan meminta maaf kepada korban atas perbuatannya.

“Saya menyesali perbuatan saya majelis, saya meminta maaf kepada korban atas postingan saya. Dimana saya telah mencemarkan nama baik dan menjatuhkan harkat martabat korban melalui postingan saya,” ujar terdakwa Marianty di Ruang Cakra IX, Pengadilan Negeri Medan, Senin (29/3).

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Denny Lumban Tobing, terdakwa mengaku akibat perbuatan dirinya, psikologis anak-anaknya terganggu. Namun, dalam persidangan terdakwa Marianty yang beberapa kali ditanyakan majelis hakim masih bersikukuh pada pendiriannya yang menyatakan bahwa postingan yang diunggahnya bukan ditujukan kepada korban melainkan kepada Jeendry yang merupakan suaminya.

Mendengar pengakuan terdakwa, majelis hakim yang diketuai Denny Lumban Tobing kembali mempertegas. “Saya pertegas kembali, tulisan yang terdakwa posting itu ditujukan kepada siapa,” tanya hakim Denny Lumban Tobing dan lagi-lagi terdakwa masih mengatakan itu ditujukan untuk suaminya.

Menjawab hal itu, terdakwa kembali mengatakan postingan tersebut ditujukan kepada suaminya yakni Jeendry.

“Kamu mungkin lagi tak konsen ya, postingan kamu jelas-jelas ditujukan kepada korban dengan memposting foto korban dengan tulisan mencemarkan nama baik korban. Tapi sudahlah biar kami yang menilainya,” ujar majelis hakim Lumban Tobing.

Namun sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dwi Meily Nova, menghadirkan saksi Ahli bahasa. Dalam keterangannya di hadapan majelis hakim yang diketuai Denny Lumban Tobing, Imran, SS, M.Hum dari Balai Bahasa Sumatera Utara yang hadir sebagai saksi ahli bahasa menjelaskan, narasi bahasa dalam postingan yang diunggah terdakwa di media sosial facebook memenuhi unsur penghinaan dalam perkara tersebut.

“Memang ada beberapa kata dan ungkapan dalam postingan yang diunggah terdakwa itu yang memenuhi unsur penghinaan. Beberapa contohnya narasi menyangkut kata janda dan perebut suami orang yang di posting terdakwa di facebook,” sebutnya.

Selain itu Imran juga mengemukakan bahwa pada postingan yang diunggah terdakwa di media sosial facebook itu,ada unsur-unsur dari ungkapan yang disampaikan terdakwa bahwa seolah korban suka mengambil suami orang.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 27 ayat 3 Jo Pasal 45 ayat 3 UU RI No.19 tahun 2016 perubahan atas UU RI No. 11 Tahun 2008 tentang ITE Subs Pasal 45 ayat 3 UU RI No 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.(wol/ryan/data3)

Editor: SASTROY BANGUN

|0|https://waspada.co.id/2021/03/kasus-penghinaan-terdakwa-marianty-akui-cemarkan-nama-baik-korban/|1|https://waspada.co.id/wp-content/uploads/2021/03/Sidang-Marianty-pencemaran-nama-baik.jpg|2|waspada.co.id|E|

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *