Kasus Sunat Bansos, Sudah Ditangani Sampai Mana?
[*] MANGUNREJA, AYOBANDUNG.COM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya sampai saat ini telah memeriksa sebanyak 50 lembaga dan yayasan pendidikan keagamaan yang menjadi korban pemotongan dana hibah bantuan sosial (bansos) pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) tahun anggaran 2020. Kejaksaan pun mengklaim sudah mengumpulkan empat alat bukti berupa keterangan saksi dari para pengurus yayasan yang menerima bansos, […]
[*]

MANGUNREJA, AYOBANDUNG.COM — Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Tasikmalaya sampai saat ini telah memeriksa sebanyak 50 lembaga dan yayasan pendidikan keagamaan yang menjadi korban pemotongan dana hibah bantuan sosial (bansos) pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) tahun anggaran 2020.

Kejaksaan pun mengklaim sudah mengumpulkan empat alat bukti berupa keterangan saksi dari para pengurus yayasan yang menerima bansos, kemudian surat atau bukti struk pencairan bansos yang diterima yayasan dari bank, keterangan ahli dan petunjuk.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Tasikmalaya, M. Syarif,  mengatakan, perkembangan penanganan kasus dugaan pemotongan dana hibah bansos, sejauh ini kejaksaan sudah memeriksa 50 lembaga atau yayasan pendidikan keagamaan di Kabupaten Tasikmalaya.

"Setiap hari kita terus periksa pengurus, pimpinan maupun bendahara lembaga pendidikan keagamaan, untuk diperiksa," ungkap Syarif, Rabu (31/3/2021).

Umumnya, terang Syarif, pengakuan para penerima bansos ini, rata-rata mengalami pemotongan sebesar 50 persen atau setengah dari bantuan yang diterimanya. Bahkan, ada juga yang mengaku tidak mengalami pemotongan.

"Maka kami dalam tahapan penyidikan ini, tetap berhati-hati tidak tergesa-gesa. Karena kita juga untuk membuktikan keterangan-keterangan dari saksi ini terjun langsung kelapangan untuk memastikannya fisik pembangunannya," ungkap Syarif.

Saat ini, lanjut Syarif, kejaksaan tengah fokus pemeriksaan terhadap lembaga dan yayasan pendidikan keagamaan penerima hibah bansos di wilayah Tasikmalaya Selatan (Tasela).

Kejaksaan juga, terang Syarif, sudah menerima Berita Acara Pemeriksaan (BAP) hasil interogasi penyidik Polres Tasikmalaya terhadap tujuh lembaga pendidikan keagamaan yang menerima bansos dari pemerintah provinsi tahun anggaran 2020.

"Kejaksaan nanti akan melakukan BAP ulang terhadap tujuh lembaga pendidikan keagamaan hasil pemeriksaan penyidik Polres Tasikmalaya ini," papar Syarif.

Syarif menambahkan, dalam penanganan dugaan kasus pemotongan dana hibah bansos ini, sebenarnya kejaksaan bisa saja mengambil sampel keterangan dari 50 yayasan pendidikan keagamaan, untuk mengefektifkan waktu.

"Akan tetapi, dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi dalam hal ini dugaan pemotongan dana hibah bansos ini, melibatkan banyak yayasan, termasuk kerugian negara pun harus riil angkanya dihitung atau diaudit oleh ahli. Jadi kami tidak tergesa-gesa," tambah Syarif. [*]

|0|https://ayobandung.com/read/2021/03/31/208318/kasus-sunat-bansos-sudah-ditangani-sampai-mana|1|https://cdn.ayobandung.com/upload/bank_image/medium/kasus-sunat-bansos-sudah-ditangani-sampai-mana.jpg|2|ayobandung.com|E|

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *